Langkah Beternak Kelinci untuk Pemula, Kesempatan Usaha yang Menggiurkan!

Kelinci sebelumnya ialah hewan liar yang cukup susah untuk dijinakkan. Kelinci mulai diternakkan semenjak 2000 tahun lalu dengan arah keelokan, bahan pangan dan sebagai hewan eksperimen. Nyaris tiap negara di dunia mempunyai ternak kelinci karena kelinci memiliki daya penyesuaian badan yang relatif tinggi hingga sanggup hidup di sebagian besar daerah dunia.

Mencuplik publisitas dari distan.jogjaprov.go.id, tipe kelinci yang biasa diternakkan ialah American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika.

Kelinci lokal yang ada, sebetulnya datang dari dari Eropa dan sudah bersatu dengan tipe lain, sampai susah dikenal kembali. Tipe New Zealand White dan Californian baik sekali untuk memproduksi daging, dan Angora bagus untuk bulu-bulu.

Faedah yang diambil dari kelinci ialah bulu-bulu dan daging yang sampai sekarang ini mulai laris keras di pasar. Disamping itu, hasil ikut-ikutan masih bisa digunakan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak.

Yang penting jadi perhatian dalam usaha langkah beternak kelinci ialah penyiapan lokasi yang sama sesuai, pembikinan kandang, pengadaan bibit dan pengadaan pakan. Berikut keterangan secara lengkap berkenaan langkah beternak kelinci:

Latar Belakang Ternak Kelinci

Mencuplik Dasar Penerapan Peningkatan Budidaya Kelinci yang diedarkan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, buat memberikan dukungan pengadaan protein hewani, ternak kelinci sebagai salah satunya alternative penyuplai daging. Tetapi sampai sekarang ini, masih menjumpai banyak masalah, karena daging dari ternak ini belum terkenal dan belum diterima oleh beberapa warga.

Selain itu dalam peningkatan budidaya kelinci di atas lapangan persoalan yang terjadi ialah tidak terdapatnya bibit yang berkualitas, minimnya supply untuk bibit khususnya untuk kelinci pedaging, perawatan masih memiliki sifat pribadi, pengetahuan tehnologi produksi dan marketing kurang mencukupi.

Walau sebenarnya, ternak kelinci punyai banyak keunggulan. Kelinci sebagai ternak yang tumbuh dan mereproduksi secara cepat (memiliki sifat prolific), produknya bisa tingkatkan nilai lebih karena ada pemrosesan hasil dan kandungan nutrisi yang rendah cholesterol dan tinggi protein. Keunggulan itu pada bagian lain bisa tingkatkan penghasilan dan mempernyerap tenaga kerja di perdesaan.

Maka dari itu, praktek ternak kelinci mulai dikenalkan dan dengan bertahap memperoleh perhatian dari beberapa aktor usaha.

Tipe Kelinci Ternak

Saat sebelum bergerak pada langkah beternak kelinci, Anda perlu ketahui lebih dulu beberapa jenis kelinci apa yang umum diperbudidayakan, sama seperti yang diambil dari Liputan6.com. Ini terkait dengan kekuatan kelinci yang berbeda, sesuai macamnya.

Ada tipe kelinci yang hasilkan daging berkualitas, kulit yang sehat, sampai bulu-bulu yang lembut. Di Indonesia, ternak atau budidaya kelinci mayoritas masih fokus pada dagingnya. Berdasar tutorial dari Kementerian Pertanian, Anda bisa membudidayakan atau beternak kelinci sesuai alokasinya, yakni:

  • Tipe kelinci yang digunakan dagingnya: Flemish Giant dan New Zealand White
  • Tipe kelinci yang digunakan kulitnya: Rex dan Satin
  • Tipe kelinci yang digunakan bulu-bulunya: Angora
  • Tipe Kelinci yang Digunakan Dagingnya
Kamu Harus Baca:  Cara Transfer Uang Melalui Alfamart Bersama Syaratnya

1. New Zealand White

Kelinci New Zealand White mempunyai keunikan warna bulu-bulu putih albino dengan berat capai 5 kg. Tipe kelinci pedaging yang ini benar-benar pas untuk usaha budidaya ternak kelinci, karena pengembangbiakannya yang cepat, yakni rerata sekitaran 10 sampai 12 anak dalam 1x melahirkan.

2. Flemish Giant

Kelinci Flemish Giant mempunyai keunikan warna bulu-bulu yang bermacam, wujud badan yang panjang dan telinganya lebar. Berat kelinci pedaging tipe ini dapat capai 10 kg. Tapi, tipe kelinci yang ini masuh susah diketemukan di Indonesia, hingga untuk mengawali budidaya ternaknya Anda harus memasangkannya dengan tipe kelinci lain lebih dulu.

Berikut langkah beternak kelinci yang dapat dituruti oleh Anda yang pemula atau pemula dalam soal ternak hewan yang satu ini;

1. Persiapan Fasilitas dan Peralatan

Langkah beternak kelinci yang pertama dengan mempersiapkan fasilitas dan semua peralatannya. Peranan kandang sebagai tempat berkembangbiak harus disamakan dengan temperatur bagus 21 derajat C, perputaran udara lancar, lama penerangan bagus 12 jam dan membuat perlindungan ternak dari predator.

Menurut manfaat, kandang kelinci dibagi jadi kandang induk untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus untuk pejantan sama ukuran semakin besar dan kandang anak terlepas sapih.

Untuk menghindar perkawinan awalnya barisan dilaksanakan pembelahan di antara jantan dan betina. Kandang memiliki ukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup buat 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) memiliki ukuran 50x30x45 cm.

Menurut memiliki bentuk, kandang kelinci dipisah jadi:

  • Kandang mekanisme postal, tanpa halaman pengumbaran, ditaruh di dalam ruang dan pas untuk kelinci muda.
  • Kandang mekanisme ranch; diperlengkapi dengan halaman pengumbaran.
  • Kandang baterai; serupa sangkar berderet di mana satu sangkar untuk seekor dengan konstruksi
  • Flatdech Baterai (berjajar), Tier Baterai (bertingkat), Pyramidal Baterai (atur piramid).
  • Peralatan kandang yang dibutuhkan ialah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan gampang dibikin bersih

2. Pembibitan

Langkah beternak kelinci yang ke-2 dengan lakukan pembibitan. Untuk persyaratan ternak, bergantung dari arah khusus perawatan kelinci itu. Untuk maksud tipe bulu-bulu karena itu tipe Angora, American Chinchilla dan Rex sebagai ternak yang pas. Sedang untuk maksud daging karena itu tipe Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand sebagai ternak yang pas dipiara.

Kamu Harus Baca:  Cara Mengelola Gaji 3 Juta untuk Pegawai, Tidak Susah!

1. Penyeleksian bibit dan calon induk

Jika peternakan mempunyai tujuan untuk daging, diputuskan tipe kelinci yang memiliki bobot tubuh dan tinggi dengan perdagingan yang bagus, dan untuk maksud bulu-bulu terang pilih bibit-bibit yang punyai kekuatan genetik perkembangan bulu-bulu yang bagus. Secara detil untuk ke-2 nya harus punyai karakter fertilitas tinggi, tidak gampang gugup, tidak cacat, mata bersih dan terurus, bulu-bulu tidak lusuh, gesit/aktif bergerak.

2. Perawatan Bibit dan calon induk

Perawatan bibit tentukan kualitas induk yang bagus juga, maka dari itu perawatan khusus yang penting perhatian ialah pemberian pakan yang cukup, penataan dan sanitasi kandang yang bagus dan menahan kandang dari masalah luar.

3. Mekanisme Pemuliabiakan

Untuk mendapatkan turunan yang lebih bagus dan menjaga karakter yang detil karena itu pembiakan diperbedakan dalam 3 kelompok yakni:

  • In Breeding (silang dalam), untuk menjaga dan menunjukkan karakter detil misalkan bulu-bulu, pembagian daging.
  • Cross Breeding (silang luar), untuk memperoleh turunan lebih bagus/menambahkan karakter-sifat unggul.
  • Pure Line Breeding (silang di antara bibit murai), untuk mendapatkan bangsa/tipe baru yang diharap mempunyai performa yang disebut kombinasi 2 keunggulan bibit.

4. Reproduksi dan Perkawinan

Kelinci betina selekasnya dikawinkan saat capai dewasa pada usia lima bulan (betina dan jantan). Jika terlampau muda, kesehatannya dapat terusik dan dan mortalitas anak yang dibuat semakin tinggi. Jika pejantan pertama kalinya mengawini, seharusnya kawinkan dengan betina yang pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore hari di kandang pejantan dan diamkan sampai terjadi 2x perkawinan, kemudian pejantan dipisah.

5. Proses Kelahiran

Sesudah perkawinan, kelinci akan alami kehamilan sepanjang 30-32 hari. Kehamilan pada kelinci bisa terdeteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari sesudah perkawinan. Jika berasa ada bola-bola kecil memiliki arti kelinci sudah hamil.

Lima hari mendekati kelahiran, induk dipindahkan ke kandang beranak untuk memberikan peluang mempersiapkan penghangat dengan merontokkan bulu-bulunya. Kelahiran kelinci umumnya terjadi malam hari dengan keadaan anak kurang kuat, mata tertutup dan tidak dengan bulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariatif sekitaran 6-10 ekor.

3. Perawatan

1. Sanitasi dan Perlakuan Protektif

Tempat perawatan diupayakan selalu kering supaya tidak jadi tempat penyakit. Lokasi yang lembap dan basah mengakibatkan kelinci gampang pilek dan terkena penyakit kulit.

2. Pengaturan Penyakit

Kelinci yang terkena penyakit biasanya punyai tanda-tanda lemas, selera makan turun, temperatur tubuh naik dan mata sayu. Jika kelinci memperlihatkan ini selekasnya dikarantinakan dan benda pencemar selekasnya disingkirkannya untuk menahan pandemi penyakit.

3. Perawatan Ternak

Penyapihan anak kelinci dilaksanakan sesudah usia 7-8 minggu. Anak sapihan ditaruh kandang tertentu berisi 2-3 ekor/kandang dan disiapkan pakan yang cukup dan berkualitas. Pembelahan berdasarkan kelamin perlu untuk menahan dewasa yang terlampau awal. Pengebirian bisa dilaksanakan saat mendekati dewasa. Biasanya dilaksanakan pada kelinci jantan dengan buang testisnya.

Kamu Harus Baca:  Cara Menerima Transfer Uang dari Luar Negeri, Luar biasa Gampang

4. Pemberian Pakan

Tipe pakan yang diberi mencakup hijauan mencakup rumput lapangan, rumput gajah, sayur mencakup kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, beberapa bijian/pakan penguat mencakup jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk penuhi pakan ini perlu pakan tambahn berbentuk ekstrak yang bisa dibeli ke toko pakan ternak.

Pakan dan minum diberi pada pagi hari sekitaran jam 10.00. Kelinci dikasih pakan dedak yang digabung sedikit air. Jam 13.00 dikasih rumput sedikit/seperlunya dan jam 18.00 rumput diberi dengan jumlah yang semakin banyak. Pemberian air minum perlu disiapkan di kandang untuk memenuhi keperluan cairan badannya.

5. Perawatan Kandang

Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, tersisa pakan dan kotoran kelinci tiap hari harus dibikin bersih untuk menghindar munculnya penyakit. Cahaya matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang sisa kelinci sakit dibikin bersih dengan kreolin/lysol.

Hama dan Penyakit Kelinci Ternak

Langkah beternak kelinci yang paling akhir adalah perawatan pada hama dan penyakit. Berikut sejumlah hama dan penyakit yang sering serang kelinci ternak:

  • Bisul. Pemicu: berlangsungnya penghimpunan darah kotor di bawah kulit. Pengaturan: pembandinghan dan pengeluaran darah kotor seterusnya dikasih Jodium.
  • Kudis. Pemicu: Darcoptes scabiei. Tanda-tanda: diikuti dengan koreng di badan. Pengaturan: dengan antibiotik salep.
  • Eksim. Pemicu: kotoran yang melekat di kulit. Pengaturan: memakai salep/bedak Salicyl.
  • Penyakit telinga. Pemicu: kutu. Pengaturan: teteskan minyak nabati.
  • Penyakit kulit kepala. Pemicu: jamur. Tanda-tanda: muncul seperti sisik pada kepala. Pengaturan: dengan bubuk belerang.
  • Penyakit mata. Pemicu: bakteri dan debu. Tanda-tanda: mata basah dan berair terus. Pengaturan: dengan salep mata.
  • Mastitis. Pemicu: susu yang keluar sedikit/tidak bisa keluar. Tanda-tanda: puting mengeras dan panas jika digenggam. Pengaturan: dengan tidak menyapih anak terlampau tiba-tiba.
  • Pilek. Pemicu: virus. Tanda-tanda: hidung berair terus. Pengaturan: penyemprotan antiseptik pada hidung.
  • Radang paru-paru. Pemicu: bakteri Pasteurella multocida. Tanda-tanda: sesak napas, mata dan telinga kebiruan. Pengaturan: dikasih minum Sul-Q-nox.
  • Buang air besar darah. Pemicu: protozoa Eimeira. Tanda-tanda: selera makan lenyap, badan kurus, perut jadi membesar dan mencret darah. Pengaturan: dikasih minum sulfaquinxalin jumlah 12 ml dalam 1 ltr air.
  • Hama pada kelinci biasanya sebagai predator dari kelinci seperti anjing.

Semoga bermanfaat. Sumber:merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.